Perbedaan demokrasi langsung dan tidak langsung? selain bentuknya ?

Soal Dari





Perbedaan demokrasi langsung dan tidak langsung? selain bentuknya ?




 Jawaban Yang Tepat Adalah


Saya akan mencoba
menjawab dengan dua jawaban:

Jawaban
pendek:


 


Perbedaan demokrasi langsung dan demokrasi tidak langsung ada pada cara
penyampaian pendapat dan pengambilan keputusan, adanya perwakilan atau tidak serta
ukuran masyarakat yang menerapkan
.


 


Jawaban panjang:


 


Demokrasi
Langsung
adalah bentuk pemerintahan dimana orang-orang langsung berpartisipasi
dalam urusan negara. Pendapat rakyat disampaikan secara langsung dalam
pertemuan musyawarah. Semua warga negara memiliki hak untuk berpartisipasi
dalam pertemuan untuk mengesahkan peraturan, membuat kebijakan dan menentukan
pajak. Sistem ini dimungkinkan hanya bila populasinya kecil.

✅BAJA JUGA:  Tahun berapakah islam masuk ke indonesia?


Dalam Demokrasi Tidak
Langsung
rakyat memilih wakil mereka untuk periode tertentu untuk menjalankan
pemerintahan. Perwakilan terpilih inilah yang menjalankan urusan negara.


 


Perbedaan Demokrasi Langsung
dengan Demokrasi Tidak Langsung:


 


1.      
Cara penyampaian pendapat dan pengambilan keputusan: dalam
demokrasi langsung, hal ini dilakukan langsung oleh rakyat yang hadir dalam
pertemuan besar. Sedangkan dalam demokrasi tidak langsung, rakyat harus memilih
wakil rakyat terlebih dahulu. Wakil rakyat ini, umumnya anggota dewan atau
parlemen, yang akan mendengarkan aspirasi rakyat dan kemudian bermusyawarah
untuk membuat keputusan dalam negara.

✅BAJA JUGA:  Sebutkan latar belakang yang menyebabkan bangsa indonesia beragam ?


2.      
Adanya perwakilan: Dalam demokrasi langsung, karena semua warga
negara berhak ikut serta mengambil keputusan, maka tidak ada perwakilan. Namun
dalam demokrasi tidak langsung, terdapat perwakilan dari rakyat, misalnya di
parlemen.


3.      
Ukuran masyarakat: Demokrasi langsung hanya dapat ditetapkan
dalam lingkungan masyarakat yang berukuran kecil, seperti di desa, di suku atau
keluarga besar, dan di kota kecil. Dalam sejarahnya demokrasi langsung sangat
banyak diterapkan, misalnya di polis atau negara kota di Yunani kuno, dalam althing
atau permusyawaratan suku Jerman kuno, di syura di suku-suku di Arab dan
sebagainya. Namun seiring berkembangnya jaman, negara berkembang menjadi besar,
di luar ruang lingkup kota atau suku tertentu, sehingga jumlah rakyat juga
bertambah. Dalam kondisi ini, demokrasi tidak langsung lebih cocok diterapkan.

✅BAJA JUGA:  Coba sebeutkan contoh dari spoof dan kesimpulannya




Semoga Membantu : https://bayviewpublishing.net

Leave a Reply

Your email address will not be published.